CB150R Striping ‘n Paint Refreshment 2014…

Hi Bro…

Well, nasib jadi penduduk pinggiran, jauh dari hingar bingar kehebohan pameran otomotif di ibukota, ngoahahaha. Yup, saat ini kabarnya ada gelaran IMOS di ibukota, yang menampilkan produk-produk mongtor atmp dimarih. Yang menjadi pusat perhatian kayaknya tetaplah empat pabrikan Jepang yaitu Honda, Yamaha, Kawasaki, and Suzuki.

Salah satu yang menarik kayaknya refreshment dari produk AHM, sapa lagi kalau bukan sang klotok-klotok dohc Honda CB150R SF. Menarik karena produk ini adalah andalan Honda untuk menggoyang penguasa pasar naked sport 150 cc yang sampai saat ini masih dikuasai oleh jagoan Yamaha yaitu si sinchan. Sinchan, julukan yang dulunya dimaksudkan untuk BC, ngoahaha, dan sekarang menjadi nick name umum buat Yamaha NVL 150. Bahkan serasa balik mengintimidasi para FBH karena dengan enjin yang SOHC, 5-speed, ban gambot, ternyata masih bisa bejaban secara performa dalam kondisi stock dengan si DOHC-6 speed gacoan Honda.

Balik lagi ke jagoan Honda, nampaknya CB150 memang membutuhkan refreshment. Apalagi dalam beberapa bulan ini penjualannya hanya di kisaran belasan ribu unit, sungguh angka yang bisa dibilang kecil bila kita bandingkan dengan angka harapan penjualan AHM akan motor ini.

CB150 refreshment.

CB150 refreshment.

002Refreshment sudah dilakukan, wujudnya pun sudah nongol di ajang IMOS 2014. Refreshment sendiri meliputi striping baru yang lebih solid, pewarnaan velg, serta penambahan enjin cowl. Banyak komentator di dunia blogsphere yang mengatakan produk ini menjadi lebih eye catching daripada sebelumnya. Dan menariknya lagi, meski ada penambahan enjin cowl namun isunya adalah harganya tidak berubah.

Namun sepertinya refreshment kali ini masih belum menjadikan fbh puas. Yup, mayoritas konsumennya meminta agar produk satu ini memiliki kaki-kaki yang lebih gambot. Selain itu, mereka juga berharap agar fitur tutup tangki stupanya dilengserkan dan diganti dengan tutup tangki rata. Yup, dua poin itulah yang banyak disuarakan konsumen kepada pabrikan. Menurut info dari bloger papan atas, rencana AHM kearah itu memang sudah ada, namun sepertinya belum sekarang waktunya.

004So, seperti itukan harapan fbh pada Honda CB150 AHM??? Tenang bro, sudah ada tuh NVL kaki gambot dengan tutup bensin rata, standar pabrikan, tanpa susah-susah modif lagi, ngoahahaha…

Iklan

V Enjin Membutuhkan Part Yang Lebih Banyak Daripada Inline…

Hi Bro…

Saat ini sepertinya para fbh lagi berbunga-bunga hatinya. Hal ini tentu saja berkaitan dengan di-acc-nya model v-twin enjin oleh principle Jepang untuk dipasarkan ditanah air. Yup, setelah sekian lama mongtor 250 cc single silinder Honda berada pada posisi yang inferior terhadap kompetitor, kali ini mereka bisa menepuk dada karena akan segera memiliki gacoan 250 cc multi silinder, ngoahahaha…

Honda VTR 250

Honda VTR 250

Rumornya, basic enjin yang akan digunakan oleh AHM adalah enjin dari Honda VTR 250. Enjin dengan kapasitas 249 cc 90 derajat V ini (bila salah satu silinder diposisikan secara horizontal, maka konvigurasinya menjadi L, bukan V) memiliki ukuran bore x stroke 60 x 44 mm mampu mengeluarkan power sebesar 32 hp pada 10.500 rpm serta torsi sebesar 23,5 Nm pada 8.500 rpm. Bila dibandingkan dengan kompetitornya, yaitu R25 yang memiliki power 36 hp dan torsi 23,2 Nm, maka spesifikasi dari enjin VTR 250 sepertinya masih belum bisa dikatakan istimewa.

Kelebihan enjin konvigurasi V ini pada umumnya mampu menghasilkan torsi yang lebih besar daripada inline. Memiliki balance yang baik karena silinder ditempatkan pada posisi depan dan belakang sehingga body motor juga tidak terlalu lebar.

Namun demikian, karena konfigurasinya V maka dua silinder mesinnya ada di posisi yang terpisah. Hal ini tentu membuat enjin tersebut membutuhkan 2 silinder head, masing-masing dengan cam nya, kemudian membutuhkan 2 rantai cam, dan terkadang juga membutuhkan 2 buah throtle body, yang tentu saja pada akhirnya jumlah part nya akan menjadi lebih banyak dari enjin inline.

Ilustrasi

Ilustrasi

Ilustrasi lagi.

Ilustrasi lagi.

Sedangkan enjin dengan konfigurasi inline bisa menggunakan 1 head, dan rantai cam nya pun juga cuma satu. Hal ini tentu saja bisa menekan cost produksi dari enjin inline bila dibandingkan dengan konfigurasi V.

Ilustrasi inline two.

Ilustrasi inline two.

Selain itu, pada konfigurasi inline, maka jalur radiator (bila berpendingin cairan) dan pipa snalpot akan menjadi lebih simpel. Silahkan diperhatikan bagaimana lekukan pipa header snalpot pada enjin inline dengan enjin V. Snalpot mesin V pastinya lebih banyak memiliki lekukan daripada inline…

So, Honda segera punya 250 cc multi silinder? Tepuk dadamu keras-keras wahai fbh, ngoahahaha…

Pedrosa Out Dari Perburuan Runner-up MotoGP 2014

Hi Bro…

Well, entah mimpi apa DaPed #26 sebelum race di Sepang akhir pekan kemarin. Memulai balapan dari posisi front row, Little Spaniard malah gagal mendulang poin untuk bersaing di kejuaraan alias gagal maning son finis.

DaPed #26

DaPed #26

Lebih apesnya lagi, Pedrosa tidak cuma sekali crash di Sepang, tapi dua kali. Crash pertama terjadi di tikungan terakhir menjelang garis start-finish. Crash nya sendiri tidak terlalu parah, namun ketika itu sepertinya DaPed tidak ada semangat untuk melanjutkan lagi race. Tapi setelah mongtornya bisa dihidupkan lagi, doi masih sempat melanjutkan race.

Namun beberapa lap kemudian dia crash lagi, dan kali ini tidak bisa melanjutkan race. Dengan hasil ini maka DaPed #26 tidak mendapatkan poin di Sepang. Dengan finishnya si Mbah #46 dan Hohe #99 di posisi kedua dan ketiga, maka poin setelah race di Sepang adalah: Rossi (275 poin posisi kedua klasemen), Lorenzo (263 poin posisi ketiga klasemen), dan Pedrosa (230 poin posisi keempat klasemen).

Dengan satu race tersisa di valencia dan selisih 45 poin dengan posisi kedua, maka sudah tidak mungkin Pedrosa mengejar poin si Mbah karena poin maksimal yang bisa didapatkan adalah 25 poin. Dengan demikian posisi kedua klasemen akhir akan diperebutkan oleh duo Yamaha. Namun dengan jarak 12 poin antara Rossi dan Lorenzo, sepertinya The Doctor akan dapat mengamankan posisi dua klasemen akhir. Race Sepang sendiri dimenangkan oleh MM #93 dan berhasil menyamai rekor Doohan dengan 12 kemenangan dalam semusim.

So, Dani Pedrosa di Sepang 2014? Jebule apes tenanan mas bro, ngoahahaha….

ped

Jelang Sepang: Rossi vs Lorenzo and Marquez vs Pedrosa…

Hi Bro…

Nah ini kenapa judulnya aneh yak? Sembalap team mate kok di-versus-in? Ngoahahaha… Yola dulur (minjem istilahnya bro kudo78deka, ngoahahaha), seri Sepang 2014 memang akan menarik untuk mengamati sepak terjang empat sembalap dari dua pabrikan nemesis tersebut. Lho, bukannya MM #93 udah jadi jurdun? Yup, tapi berhubung masih ada peluang untuk sesuatu yang lain, maka MM #93 pun akan menjadi salah satu pemeran sentral bersama dengan tiga sembalap alien yang lain.

#46 vs #99

#46 vs #99

Ok, kita mulai dari kubu Yamaha, seperti kita ketahui, pabrikan Yamaha memulai musim 2014 ini dengan amberegul n kepontal-pontal. Mulai dari awal musim sepertinya pabrikan ini tidak mampu untuk memberikan perlawanan yang sengit pada HRC. Terbukti MM #93 mampu memenangi 10 seri MotoGP secara berturut. Dengan statusnya yang sebagai factory team, maka pengembangan enjin di-freeze oleh penyelenggara dan membuat Yamaha harus berpikir xtra keras untuk menyamai laju Honda dimusim ini.

Pekerjaan Yamaha sepertinya membuahkan hasil pada paruh kedua musim 2014. Dimulai dengan perlawanan yang cukup sengit si Mbah #46 pada MM #93 di Mugello, kemudian hasil luar biasa di Misano, Aaragon, Motegi, dan terakhir Phillip Island. Yamaha seperti mendapat angin segar di paruh kedua musim ini.

Dari sisi sembalapnya, Rossi n Lorenzo juga tengah bersaing ketat di klasemen (juga dengan Pedrosa). Dua sembalap ini pernah punya sisi gelap dalam relationnya, sampai-sampai Yamaha harus membuatkan dinding pemisah di garage buat mereka berdua. Meski setelah Rossi kembali ke Yamaha dan mereka berdua menyatakan pertemanan tim mereka baik saja, tetapi yang namanya persaingan dengan team mate pasti masih ada. Hal ini mungkin bisa terlihat ketika Rossi menang di Phillip Island, Lorenzo sepertinya kecewa sangat berat karena Rossi berhasil menyamakan skor kemenangan musim ini menjadi 2-2 (Hohe di Aaragon n Motegi, Rossi di Misano n Phillip Island).

Tinggal dua seri tersisa, tentunya mereka berdua ingin membuktikan siapa yang lebih baik diantara mereka. Saat ini, Hohe sebagai sembalap no. 1 di Yamaha tengah digoyang kursinya oleh Rossi yang sepertinya tidak mau dianggap sebagai yang no, 2. Well, persaingan memang harus dipelihara…

#93 senggol #26

#93 senggol #26

Dari kubu Honda, MM #93 memang sudah mengunci gelar juara dunia musim ini. Namun, peluang untuk menyamai atau melewati rekor Mike Doohan masih terbuka di dua seri tersisa ini. MM #93 membutuhkan sekali kemenangan lagi untuk menyamai rekor 12 kemenangan dalam semusim milik Doohan. Bila di dua seri sisa MM #93 bisa menang, maka dia akan melewati rekor milik Doohan tersebut.

Nah, disinilah akan ada sedikit dilema. MM #93 berada diantara rekor dan menolong team mate nya di Repsol. Yup, saat ini DaPed #26 juga bersaing ketat dengan duo sembalap Yamaha untuk posisi runner-up sembalap. Finish 1-2 di akhir klasemen tentu akan menjadi kado yang indah untuk tim Repsol Honda. Meskipun tidak muncul isu team order dari HRC, namun tentunya semua peluang yang ada akan mereka pertimbangkan dengan baik…

Kita nantikan aja apa yang akan terjadi di Sepang dan Valencia bro.

So, bakalan seru gak nih? Pasti seru dong kalo MM #93 nyenggol lagi kabel sensor milik DaPed #26, ngoahahaha…

vs5

Ngoahahaha...

Ngoahahaha…

Yamaha M1 Special Liverys…

Hi Bro…

Dalam gelaran race MotoGP, bisanya sekali atau dua kali pabrikan akan melabur mongtor prototipe mereka menggunakan livery yang berbeda dengan livery yang biasa mereka gunakan. Livery ini (mungkin biasa juga disebut dengan special livery) pada umumnya digunakan untuk memberikan tanda pada pencapaian-pencapaian yang telah dilakukan oleh pabrikan. Berikut adalah beberapa livery mongtor Yamaha M1 yang termasuk bukan livery reguler.

1. Yamaha M1 50th anniversary.

50th birthday

50th birthday

50th years racing

50th years racing

Yamaha nampaknya mempunyai 2 model livery untuk merayakan 50 tahun mereka. Livery pertama berwarna kuning-putih-hitam, sedangkan yang kedua adalah merah-putih-hitam. Warna ini adalah warna yang digunakan oleh pabrikan Yamaha paga gelaran balap motor pada tahun-tahun yang lalu.

Livery kuning-putih-hitam adalah livery untuk memperingati ulang tahun pabrikan yang ke-50 yang jatuh pada tahun 2005 (cmiiw). Sedangkan livery merah-putih-hitam adalah untuk memperingati 50 tahun keikutsertaan Yamaha pada kejuaraan balap motor dunia.

2. Rossi world champ 2008.

Cataluna 2008.

Cataluna 2008.

Ketika si Mbah #46 merengkuh titel juara dunia 2008, pada seri terakhir di Cataluna Spayol si Mbah menggunakan livery special untuk dirinya. Liveri ini didominasi warna biru dengan sedikit aksen putih pada firing dan spakbor. Mungkin liveri ini si Mbah terinspirasi dari kaos timnas sepakbola Italia ^_^

3. Yamaha M1 racing-blue.

Racing_blue.

Racing_blue.

Livery ini digunakan pada gelaran MotoGP edisi 2012 dengan sembalapnya #99 dan #11. Liveri ini digunakan berkaitan dengan peluncuran tema racing-blue pada motor sport produksi masal dari Yamaha yaitu R1, R6, dan R125. Liveri ini digunakan di dua seri MotoGP yaitu seri Misana dan Aaragon.

4. Yamaha M1 test livery.

test

test

Liveri ini kalau tidak salah digunakan pada sesi test ketika si Mbah kembali dari Ducati motor celeng karena tidak bisa belok ke Yamaha. Pada sesi test di Valencia dan Sepang ketika kembali lagi ke Yamaha, Rossi menggunakan liveri ini yang sebenarnya kombinasi warnanya cukup menarik dan terkesan angker, ngoahaha…

5. Yamaha M1 Fiat 500.

Fiat 500.

Fiat 500.

Liveri ini digunakan di seri Assen pada tahun 2007. Liveri ini digunakan untuk mempromosikan Fiat 500, sebuah mobil produksi pabrikan Fiat yang kala itu menjadi sponsor dari pabrikan Yamaha berlaga di ajang MotoGP.

So, Yamaha MotoGP special liverys??? Yamaha emang keren bro, ngoahahaha…

Ada yang mau nambahin livery nya???

Camel Yamaha vs Camel Honda…

Hi Bro…

Liveri yellow-blue solid dari motor ini memang termasuk simpel, namun sangat eye-catching. Ketika race MotoGP berlangsung, kita akan sangat dengan mudah dapat membedakan motor ini dengan motor-motor yang lain. Lebih menarik lagi fakta bahwa Camel pernah menjadi sponsor bagi dua pabrikan yang saling berseteru tersebut (Camel Yamaha tim pabrikan, n Camel Honda kalau tidak salah tim satelit milik Sito Pons).

Camel Honda 2005.

Camel Honda 2005.

RCV 211 Camel Honda.

RCV 211 Camel Honda.

Camel dan Honda memulai kerjasamanya pada tahun 2003. Waktu itu tim tersebut beranama Camel Pramac Pons dengan Max Biagi dan Tohru Ukawa sebagai ridernya. Tahun 2003 ini Max Biagi sukses membukukan dua kemenangan dan sembilan podium dengan poin akhir 228 di posisi tiga klasemen.

Kerjasama keduanya berlanjut tahun 2004 (Camel Honda) dengan pembalapnya Max Biagi dan Makoto Tamada yang menggantikan Tohru Ukawa. Biagi membukukan satu kemenangan dan sembilan podium untuk duduk di posisi tiga klasemen akhir, sedangkan Tamada membukukan dua kemenangan dan tiga podium di posisi enam klasemen akhir.

Tahun 2005 kerjasama keduanya berlanjut untuk kali terakhir. Pada tahun ini ridernya adalah Alex Barros dan Troy Bayliss yang direkrut dari WSBK. Pada tahun ini prestasi tim ini cenderung menurun dan hanya berhasil membukukan satu kemenangan dan satu podium atas nama Alex Barros.

Tahun 2006 Camel berencana mundur dari gelaran MotoGP. Namun karena kebetulan tim Yamaha pisah dengan sponsor Gauloises nya, maka Camel pun menjalin kerjasama dengan tim pabrikan Yamaha yang bertahan hanya dalam durasi satu tahun.

Camel Yamaha 2006.

Camel Yamaha 2006.

M1 Camel Yamaha.

M1 Camel Yamaha.

Camel Yamaha menggunakan jasa Valentino Rossi dan Collin Edwards sebagai ridernya. Tahun 2006 itu Rossi berhasil membukukan lima kemenangan dan sepuluh podium untuk mendapatkan posisi akhir kedua kejuaraan. Sedangkan rekannya, Edwards, hanya mencetak 1 podium. Tahun 2006 ini adalah tahun dimana motor M1 Yamaha memiliki masalah yang kompleks termasuk chatter (getar) yang mengakibatkan Rossi tiga kali mengalami retired atau gagal finish. Dan tahun 2006 ini, adalah Hayden yang terkenal menjadi juara dunia dengan jumlah kemenangan yang ‘cuma’ dua kali, ngoahaha… Itu pun hampir melayang karena insiden diseruduk rekannya sendiri Dani Pedrosa.

Camel, salah satu sponsor yang pernah menjadi sponsor dua pabrikan yang saling bersaing ini, selain Movistar… So, Camel Yamaha vs Camel Honda??? Lebih afdol Camel Yamaha pastinya bro, ngoahaha…

Repsol Yamaha???

Repsol Yamaha???

Phillip Island 2014, Perebutan Titel Runner-up dimulai…

Hi Bro…

Well, setelah MM #93 mengunci gelar juara MotoGP musim 2014 di sirkuit Motegi Jepang minggu lalu, maka praktis perhatian fans MotoGP sekarang tinggal tertuju pada siapa yang akan merebut titel runner-up kejuaraan. Memasuki gelaran Phillip Island 2014, DaPed #26 memiliki jumlah poin yang sama dengan si Mbah #46 yaitu 230 disusul oleh Hohe #99 dengan poin 227.

Setelah berlangsunya race Phillip Island 2014 yang dimenangkan oleh si Mbah #46 dengan banyak drama, maka klasemen sementara rider MotoGP berubah. DaPed #26 yang sebelumnya ada di posisi kedua kini melorot keposisi keempat setelah digeser duo rider Yamaha, yaitu si Mbah dan Hohe. Si Mbah #46 sekarang ada di posisi dua klasemen dengan 255 poin, disusul Hohe dengan 247 poin ditempat ketiga, dan DaPed dengan 230 poin ditempat keempat.

Si Mbah #46 Phillip Island 2014.

Si Mbah #46 Phillip Island 2014.

Balapan Australia sendiri berlangsung dengan banyak drama. Tercatat ada sembilan rider yang gagal finish termasuk MM #93, DaPed #26, serta CalCrutch #35. MM #93 crash saat kehilangan grip ban depan pada salah satu tikungan ke kanan sirkuit ini. Sedangkan DaPed mengalami nasib sial setelah diseruduk oleh Ianonne sang sembalap Ducati. Kejadian diseruduk rider di belakangnya juga dialami oleh A. Espargaro dimana Stefan Bradl yang ada di beberapa posisi dibelakangnya tiba-tiba nyelonong di tikungan dengan mengambil sudut masuk yang sempit, jadi ketika keluar tikungan dia melebar dan apesnya Espargaro pun menjadi korban dengan buntut motornya yang rompal diseruduk Bradl sehingga tidak bisa melanjutkan balapan.

Beberapa insiden disinyalir disebabkan oleh ban asimetris baru Brigstone dalam race kali ini. Baik MM #93 maupun CC #35 sama-sama kehilangan grip ban depan pada tikungan ke kanan. Hohe #99 pun juga mengungkapkan bahwa sisi kanan bannya bekerja dengan baik, sedangkan sisi kiri ban mendapatkan penilaian yang sangat buruk (agak aneh karena MM #93 n CC #35 jatuh pada tikungan ke kanan).

Kembali ke laptop pada persaingan menjadi runner-up, balapan akan tersisa dua seri lagi yaitu Sepang Malaysia dan Ricardo Tormo Valencia. Di Sepang, sembalap Yamaha dan Honda bisa dikatakan sama-sama kuat.

DaPed menjadi pemenang tahun 2012 dengan drama balapan yang dipotong beberapa laps dan juga menang pada 2013. Namun si Mbah juga bagus di Sepang bahkan sirkuit ini adalah salah satu sirkuit favoritnya. Seri terakhir di Spanyol mungkin akan jadi penentuan siapa sembalap yang akan menjadi runner-up kejuaraan. Disini tentu saja Hohe dan DaPed akan lebih diuntungkan sebagai sembalap tuan rumah. Penampilan Hohe di Valencia tahun 2013 juga sangat baik dengan menyabet podium pertama.

So, runner-up MotoGP 2014? Sepertinya bukan Pedrosa bro, ngoahahaha…

#99, #46, #26

#99, #46, #26