Bebek-bebek Itu Memang Binal…

Hi Bro…

Well, sepertinya ada fenomena baru di ajang balapan tanah air, khususnya dikelas sport 150 cc. Tentu kita semua juga sudah pada tau bahwa fenomena yang terjadi adalah memblenya mongtor dengan genre sport betulan melawan sport jadi-jadian dengan kubikasi yang sama, 150 cc.

Yup, diajang ini, baik di IP maupun IRS, duo semprot AHM dan YIMM tidak berkutik meladeni sepak terjang sport jadi-jadian SIS, siapa lagi kalau bukan FU 150. Dari awal, FU mendominasi kelas ini dengan menyabet hampir keseluruhan podium satu, sampai seri terakhir. Jagoan Yamaha yaitu NVL dan Honda yaitu CB150 cuma bisa menduduki podium dibawahnya, itupun juga sangat jarang.

Di IP 150, NVL pernah merasakan podium 3 dan 2 di seri-seri awal. Demikian juga dengan CB150 juga mendapatkan podium 3 di ajang IRS seri pembuka. Dan mendekati seri terakhir, muncul lagi satu bebek binal dari pabrikan Yamaha yang sanggup memberikan perlawanan dengan sangat ketat…

2

Yup, siapa lagi kalau bukan Jupiter MX 150cc dengan silinder Vixion. Di seri terakhir IP 150 di Binuang, MX ini turun sebagai wildcard. Hebat, bisa langsung meraih pole, lalu finish di posisi dua pada race pertama. Dan lebih hebatnya lagi, pada race kedua, MX ini mampu menggapai podium teratas tanpa terkejar jejeran bebek dohc milik Suzuki. Terlepas dari jokinya adalah warga lokal tempat diselenggarakannya balapan, MX ini disinyalir telah memberikan pesan yang sangat mudah dibaca lawan-lawannya, yaitu, waspadalah pada kami… ngoahahaha…

Sedangkan Honda CB150 yang turun diseri terhakhir ini juga belum mampu memberikan perlawanan. Sang pendekar Honda hanya berkutat pada barisan tengah dan belakang, bahkan belum bisa menyaingi NVL Daytona dengan ridernya om Bule..

Jika seperti ini, mungkinkah pada tahun-tahun mendatang para peserta akan konsentrasi menggunakan bebek-bebek binal di ajang ini? Mengingat mongtor semprot betulan kurang bertaji, dan rumor munculnya Domba Garut 150cc, maka hal itu mungkin saja terjadi bro…

So, balapan mesin tegak 150 cc? Tinggal Honda yang belum merasakan podium pemengang bro, ngoahahaha….

Project: Yamaha INDRA…

Hi Bro…

Yamaha INDRA? INDRAYANA?? Bukan mas bro, INDRA adalah Innovative and New Development based on Responsible Analysis, yang merupakan proyek Yamaha untuk menghadirkan sebuah sepeda mongtor yang affordable atau terjangkau. Dari informasi awalnya, sepeda mongtor ini diharapkan akan dapat dijual dengan harga 6 juta rupiah saja kalau di kurs kan ke mata uang Indonesia.

Yamaha crux - hanya untuk ilustrasi...

Yamaha crux – hanya untuk ilustrasi…

Proyek ini sedang dikerjakan di negara India, dengan arahan langsung dari Yamaha Jepang dan India. Kabarnya mereka secara langsung juga memberikan pelatihan kepada vendor untuk bisa konsisten pada kualitas dan harga yang kompetitif. Kabarnya vendor juga akan dikonsentrasikan di tempat yang dekat dengan pabrik untuk menghemat biaya transportasi.

Sebagai awalnya, INDRA akan dipasarkan pada tahun 2016. India adalah market sasaran pertama, kemudian kawasan Afrika, Brazil. serta Asean. Jika melihat pada orientasi harganya, kemungkinan mongtor ini akan mengutamakan sisi fungsionalitas. Hal ini juga didukung adanya berita bahwa market yang menjadi sasaran dari mongtor ini adalah kawasan-kawasan yang sedang berkembang dan membutuhkan mongtor dengan harga terjangkau.

Sisi lain yang menjadi concern Yamaha adalah efisiensi dari produk ini sendiri. Mungkin karena efisiesi inilah, maka harganya bisa ditekan. Kabarnya mongtor ini akan dibekali dengan enjin 100-110 cc berpendingin udara, dan sepertinya dari sisi desain, mongtor ini akan cukup sederhana.

So, mongtor murah? Bisa buat angkut gabah bro, ngoahahaha…

Akhirnya, Ketemu Juga Sama Bloger Kondang Itu Bro…

Hi Bro…

Yup, akhirnya bisa ketemu dengan bloger kondang tanaha air. Siapa lagi kalau bukan lek Iwanbanaran.com. Ya meskipun ketemunya cuma lewat siaran langsung Highlights MotoGP di Trans7, ngoahaha…

2 3

Pada tayangan tanggal 15 November 2014 itu, Iwanbanaran.com menjadi pengisi acara bersama dengan sembalap Indonesia Ali Adrian, dan dipandu host neng Luci. Mantap bos, lek Iwanbanaran mampu tampil dengan apik, serta memberikan pandangannya seputar dunia MotoGP dan dunia balap di Indonesia…

So?? Jos gandos tenan lah pokoke, ngoahahaha….

Bagaimana Asimo Membantu Mongtor RC213V Melaju Lebih Kencang…

Hi Bro…

MotoGP adalah balapan kelas premium yang ada di jagat raya ini. Tiap sembalap yang berhasil memenangi kejuaraan itu bisa ditahbiskan sebagai sembalap tercepat sejagat. Sehingga cukup wajar bila setiap sembalap yang ada di dunia membidik ajang MotoGP sebagai tolok ukur keberhasilan mereka. Sebut saja Nicky Hayden, Cal Crutchlow, adalah sembalap yang mampu berkiprah diajang MotoGP setelah pindah dari Superbike, dan berusaha sangat keras untuk tetap berada didalam panggung yang megah ini. Bahkan Marco Melandri dengan senang hati membalap untuk tim Aprilia MotoGP yang secara nyata belumlah kompetitif.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, MotoGP adalah tentang enjin terbaik, sasis terbaik, dan suspensi terbaik, maka pada tahun-tahun belakangan ini, muncul satu faktor yang tingkat ke-penting-annya bisa disetarakan dengan hal-hal tersebut diatas, yaitu elektronik (khusunya kontrol traksi). Yup, dalam beberapa tahun terakhir, peran elektronik pada mongtor MotoGP menjadi sangat signifikan. Kita tentu masih ingat, bagaimana DaPed #26 berjumpalitan ketika kabel speed sensor yang ada disebelah roda belakang putus karena disenggol oleh kompatriotnya, Mark Markes (bener gini ya spellingnya?? ngoahaha).

Tahun ini, RCV adalah mongtor prototype paling ngacir dibanding dengan para rivalnya. Dengan power diatas 240 HP dan berat sekitar 160 Kg, memberikan PWR laksana moster pada mongtor ini. Ibaratnya, sebuah mobil Dodge Challenger membutuhkan power di kisaran 3100 HP (sebuah angka yang fantastis) dengan ban yang diperbesar untuk mampu menyamai akselerasi dari enjin RCV. Sebagai catatan, Dodge Challenger memiliki power ‘hanya’ 707 HP dengan berat dibawah 2000 Kg.

Dengan PWR yang sebegitu besarnya, tentu saja mongtor RCV akan cukup sulit dikendarai. Disinilah mulai terlihat peran dari elektronika (kontrol traksi) pada mongtor RCV dan mongtor-mongtor MotoGP yang lain. Secara sederhana, fungsi dari kontrol traksi adalah mencegah agar ban belakang yang diputar oleh enjin tidak berputar melebihi dari yang seharusnya sehingga dapat mencegah terjadinya crash. Kita tentu bisa membayangkan apa jadinya bila roda belakang berputar jauh lebih tinggi daripada roda depan, tentu saja mongtor akan slide, dan berpotensi crash. Terlebih saat mongtor dalam posisi miring melahap tikungan, dimana luas permukaan ban yang bersinggungan dengan aspal menjadi berubah-ubah pada tiap tikungan.

Enampuluhdelapan derajat...

Enampuluhdelapan derajat…

Yup, pada gelaran MotoGP, setting dari kontrol traksi tidaklah berubah dari race ke race, melainkan dari tikungan ke tikungan (edan tenan). Takeo Yokoyama, Technical Director dari tim Repsol, menginformasikan bahwa pada tiap tikungan ada istilah yang disebut dengan ‘slip target’. Ini berkaitan dengan kondisi tikungan, misalnya pada tikungan yang memiliki kemiringan agak besar yang mengarah kedalam tikungan, maka mongtor bisa melaju lebih cepat (seperti lintasan oval nascar yang miring kedalam). Namun pada tikungan yang rata, bila mongtor tidak memiliki kontrol traksi, maka kemungkinan slide akan lebih besar. Tetapi bila mongtor mempunyai teknologi yang bisa mencegah hal itu (slide), maka sembalap akan memiliki keyakinan yang tinggi untuk lebih cepat di tikungan.

Nah, lalu dimanakah hubungan antara sebuah mesin berkaki dua, dengan sebuah mesin ber-roda dua???

RCV with Asimo...

RCV with Asimo…

Disinilah peran dari seorang Masanori Takahashi, Chief Electric Engineer dari Honda Racing Corp, yang ditunjuk oleh Honda untuk bekerja dengan divisi Honda Asimo, dengan sebuah tantangan: “make the bike more self-aware” atau bisa diartikan untuk membuat mongtor RCV memiliki kewaspadaan diri (saya cm bisa bilang ‘wow’).

Secara khusus, mongtor RCV diharapkan memiliki teknologi yang lebih baik dalam menentukan kemiringannya. Adanya perangkat elektronik dan kontrol traksi pada RCV lengkap dengan semua sensornya, maka mongtor tersebut akan ‘bisa mengetahui’ posisinya terhadap lintasan (jian hebat tenanan). Nah disinilah Masanori Takahashi dan Asimo berperan, yaitu meningkatkan tingkat keakurasian dari sistem tersebut. Asimo telah berhasil menggunakan teknologi inklinometer multidimensi. Inklinometer yang terdiri dari sensor gyroscope dan accelerometer mampu memberikan data bagaimana posisi motor terhadap lintasan lengkap dengan perubahan-perubahan posisi motor tersebut.

gyroscope

gyroscope

Kemampuan sensor Asimo untuk tetap berdiri dan tidak terjatuh telah diterapkan pada Honda RC213V. Masanori Takahashi menyatakan, bukan postur dari mongtornya yang dikontrol. tetapi output dari enjinnya dengan dibantu dari sensor-sensor yang ada. Output enjin dikontrol untuk menghindari over-slip sehingga ketika mongtor terlalu cepat saat melaju di tikungan, maka output enjin akan dikurangi, kecepatannya roda belakang akan berkurang dan sudut kemiringan motor juga berkurang sehingga mongtor tidak crash (bila mongtor kencang dan slide di tikungan, maka sudut kemiringan mongtor akan semakin tinggi dan beresiko crash).

Yup, keuntungan terbesar dari teknologi ini adalah tingkat kepresisian dan responsifitas yang sangat tinggi dari motor RCV pada penilaian terhadap lingkungan, termasuk roll angle (sudut laju). Dan hebatnya lagi, Honda telah berhasil membuat sensor-sensor tersebut tetap bekerja dengan baik pada kondisi yang terpengaruh oleh gaya sentrifugal dan getaran yang sangat besar…

asimo2

Well, dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, maybe someday, RCV that racing in MotoGP tracks is the Asimo itself.. yup, mungkin suatu saat nanti, motor RCV yang membalap di ajang MotoGP adalah Asimo itu sendiri (maksudnya bukan robot manusia Asimonya yang balapan, tapi motor RCV itulah Asimonya)… Tapi untuk saat ini, engineer Honda menyatakan bahwa kemungkinan Asimo membalap menggantikan rider manusia adalah masih jauh dari kemungkinan… (Pedrosa dan Marquez aman dong, ngoahahaha).

Nah pertanyaan selanjutnya adalah, apakah pabrikan lain tidak memiliki teknologi ini? Mungkin punya, tapi sepertinya yang dimiliki oleh Honda tarafnya lebih advance…

So, apakah fbh belum yakin bahwa Asimo berperan cukup besar di mongtor RCV kebanggaan mereka??? Aneh lah bro, lha wong ada teknologi kok tidak dimanfaatkan, ngoahahaha…

Source: http://www.cnet.com/news/inside-motogp-from-asimo-to-faster-motorcycles/

Kiprah Indonesia di DNC 2014, Lolos Grup Tanpa Tersentuh Kekalahan…

Hi Bro…

Kali ini bukan tentang mongtor atau tanaman, tapi tentang sepak bola. Bulan ini DNC (Danone Nations Cup) 2014 telah dimulai, dan Indonesia berhasil mengirimkan wakilnya diajang yang juga bisa disebut piala dunianya sepak bola anak-anak (U-12).

GOOO!!!! Indonesia...

GOOO!!!! Indonesia…

3 4 5

Indonesia tergabung di grup D bersama dengan Afrika Selatan, Meksiko, dan Belgia. Mengawali pertandingan, Indenesia berhadapan dengan Arika Selatan, dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor akhir 3-0. Pertandingan kedua Indonesia berimbang 1-1 dengan Meksiko. Dan pada pertandingan terakhir, Indonesia berhasil menggasak Belgia dengan skor 2-0.

Dengan nilai 7, Indonesia berhasil lolos dari putaran grup sebagai runner up dibawah Meksiko karena Indonesia kalah selisih gol. Diajang ini, tim Indonesa mendapat banyak perhatian dari penonton karena postur tubh mereka yang rata-rata lebih pendek dari pemain lawan namun mampu menampilkan permainan yang bagus.

Diluar lapangan, tim Indonesia yang membawa Wayang untuk dijadikan suvenir ke negara peserta yang lain juga menjadi perhatian tersendiri. Hal ini disebabkan banyak peserta dari negara lain yang ternyata sangat antusias dengan Wayang tersebut.

So, semoga sukses bro, berusahalah yang terbaik apapun nanti hasilnya…

Tiga Hari Tes Valencia Berakhir, Marquez Komplain Motor 2015…

Hi Bro…

Tiga hari tes di sirkuit Valencia berakhir sudah. Dari tiga hari tersebut mungkin cuma dua hari yang bisa memberikan gambaran kepada kita bagaimana persaingan dimusim mendatang. Hal ini disebakan pada hari kedua tes, beberapa sembalap papan atas memilih tidak turun ngaspal karena hujan yang cukup deras.

Dihari pertama, Lorenzo menjadi sembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 30,975 detik. Sedangkan pada tes hari ketiga, giliran sembalap Honda menjadi yang tercepat yaitu Marquez dengan catatan waktu 1 menit 30,973 detik. Artinya catatan waktu MM #93 lebih baik 0,002 detik dari Hohe #99. Namun yang menjadi catatan adalah MM #93 menjadi yang tercepat dengan mongtor versi 2014.

MM #93 menyampaikan bahwa doi tidak begitu suka dengan karakter sasis bagian belakang mongtor RCV tahun 2015. Dan dengan jelas doi juga mengatakan bahwa mongtor versi 2014 lebih mudah untuk dikendarai. MM #93 juga memberikan masukan pada HRC bahwa saat ini bukanlah waktunya untuk mengambil sebuah resiko, sehingga dia menjadi kurang kompetitif dimusim mendatang. Dan ingin agar arah pengembangan mongtornya disesuaikan dengan karakter membalapnya.

MM #93.

MM #93.

Sedangkan dari kubu Yamaha, tampaknya kedua sembalapnya mendapatkan impresi yang positif selama tes tiga hari di Valencia. Rossi #46 secara umum menyatakan gembira dengan sasis baru mongtor M1 tahun 2015. Pada tes tiga ahri tersebut, Yamaha menguji coba mesin, sasis, serta lengan ayun baru. Selain itu, hal-hal baru juga dicoba oleh Rossi berkaikan dengan aturan bobot minimal mongtor untuk tahun depan (apakah regulasi baru???).

Secara khusus Rossi #46 memuji sasis barunya untuk 2015. Doi bilang sasis ini mengalami kemajuan pada titik masuk tikungan. Sedangkan enjinnya hanya sedikit mengalami perbaikan, sedangkan lengan ayunnya masih sedikit perlu perbaikan lagi.

Hal lain yang ditunggu dari Yamaha adalah sistem gerabox mereka. Kabarnya Yamaha sudah menyiapkan seamless gearbox baru yang nantinya akan setara dengan Honda. Saat ini Yamaha menggunakan seamless gearbox hanya pada shift up, dan belum pada shift down. Dengan seamless yang baru, diharapkan mereka akan dapat memperkecil gap dengan Honda.

Rossi #46.

Rossi #46.

So, tes Valencia??? Jebule MM #93 kurang terpuaskan bro, ngoahahaha…

Jelang Musim 2015, Tes Perdana, Sembalap Baru di Tim Yang Baru, Hohe Tercepat di Hari Pertama…

Hi Bro…

Setelah race Valencia berakhir, maka pada hari senin, tepat sehari setelah race, pabrikan menggelar tes perdana mereka untuk menyongsong musim 2015 yang akan datang. Tes selama tiga hari ini diikuti oleh hampir semua sembalap bersama tim barunya untuk 2015. Bahkan MM #93 yang aslinya dapat jatah libur sehari, akhirnya ikutan turun menemani adiknya, Alex, yang diberi hadiah oleh Honda menjajal mongtor RCV sebagai hadiah atas keberhasilannya menjuarai kelas Moto3.

Pada tes ini, sembalap yang berpindah tim juga telah melakukan tes perdana mereka. Cal Cruth dan Jack Miller bersama LCR Honda, Andrea Iannone bersama pabrikan Ducati, Stefan Bradl bersama Forward Yamaha, Maverick Vinales bersama Suzuki, Marco Melandri bersama Gressini Aprilia, dan lain-lain…

3 4 5Di hari pertama tes, Hohe berhasil menjadi sembalap tercepat dengan torehan waktu 1m 30,975 s. Disusul oleh Pol Espargaro, Badley Smith, dan Rossi di posisi dua sampai empat. Iannone dan Pedroda di posisi lima dan enam. Aleix Espargaro dengan Suzuki berada di posisi 14, sementara Bautista menjadi sembalap Aprilia tercepat di posisi 23. MM #93 sendiri berada di posisi 26 diatas adiknya Alex.

Berikut hasil tes hari pertama:
Hasil Tes MotoGP Valencia, Senin (10/11/2014):
Posisi – Pebalap – Tim – Waktu – Gap – Lap
1. Jorge Lorenzo Yamaha 1m30.975s 45
2. Pol Espargaro Tech 3 Yamaha 1m31.118s
+0.143s 49
3. Bradley Smith Tech 3 Yamaha 1m31.204s
+0.229s 59
4. Valentino Rossi Yamaha 1m31.250s +0.275s
42
5. Andrea Iannone Ducati 1m31.465s +0.490s 39
6. Dani Pedrosa Honda 1m31.602s +0.627s 33
7. Andrea Dovizioso Ducati 1m31.644s +0.669s
46
8. Cal Crutchlow LCR Honda 1m31.847s +0.872s
53
9. Michele Pirro Ducati 1m32.054s +1.079s 37
10. Yonny Hernandez Pramac Ducati 1m32.146s
+1.171s 34
11. Hector Barbera Avintia Ducati 1m32.190s
+1.215s 54
12. Stefan Bradl Forward Yamaha 1m32.209s
+1.234s 50
13. Danilo Petrucci Pramac Ducati 1m32.314s
+1.339s 56
14. Aleix Espargaro Suzuki 1m32.315s +1.340s
40
15. Scott Redding Marc VDS Honda 1m32.998s
+2.023s 36
16. Alex de Angelis Ioda Aprilia 1m33.132s
+2.157s 56
17. Maverick Vinales Suzuki 1m33.268s +2.293s
64
18. Karel Abraham Cardion Honda 1m33.446s
+2.471s 57
19. Mike di Meglio Avintia Ducati 1m33.594s
+2.619s 30
20. Loris Baz Forward Yamaha 1m33.834s
+2.859s 55
21. Eugene Laverty Aspar Honda 1m34.320s
+3.345s 45
22. Jack Miller LCR Honda 1m34.633s +3.658s
61
23. Alvaro Bautista Gresini Aprilia 1m34.919s
+3.944s 14
24. Alex Hofmann Gresini Aprilia 1m35.646s
+4.671s 26
25. Marco Melandri Gresini Aprilia 1m35.959s
+4.984s 9
26. Marc Marquez Honda 1m36.181s +5.206s 12
27. Alex Marquez Honda 1m36.658s +5.683s 12

Dan berikut adalah susunan sembalap MotoGP untuk musim 2015:

Repsol Honda (Factory class)
Marc Marquez – Spanyol (RC213V)
Dani Pedrosa – Spanyol (RC213V)

Movistar Yamaha (Factory class)
Valentino Rossi – Italia (YZR-M1)
Jorge Lorenzo – Spanyol (YZR-M1)

Ducati Team (Factory class)
Andrea Dovizioso – Italia (Desmosedici GP15)
Andrea Iannone – Italia (Desmosedici GP15)

Suzuki (Factory class)
Aleix Espargaro – Spanyol (GSX-RR)
Maverick Vinales* – Spanyol (GSX-RR)

Aprilia Gresini (Factory class)
Alvaro Bautista – Spanyol (ART)
Marco Melandri – Italia (ART)

Marc VDS Honda (Factory class)
Scott Redding – Inggris Raya (RC213V)

Monster Yamaha Tech 3 (Factory class)
Pol Espargaro – Spanyol (YZR-M1)
Bradley Smith – Inggris Raya (YZR-M1)

Pramac Ducati (Factory class)
Danilo Petrucci – Italia (Desmosedici GP14.2)
Yonny Hernandez – Kolombia (Desmosedici GP14.2)

LCR Honda (Factory/Open class)
Cal Crutchlow – Inggris Raya (RC213V)
Jack Miller* – Australia (RC213V-RS)

NGM Forward Racing Yamaha (Open class)
Stefan Bradl – Jerman (Forward Yamaha)
Loris Baz* – Prancis (Forward Yamaha)

Drive M7 Aspar Honda (Open class)
Nicky Hayden – Amerika Serikat (RC213V-RS)
Eugene Laverty* – Republik Irlandia (RC213V-RS)

Avintia Racing Ducati (Open class)
Hector Barbera – Spanyol (Desmosedici GP14/14.2?)
Mike di Meglio – Prancis (Desmosedici GP14/14.2?)

Cardion AB Motoracing (Open class)
Karel Abraham – Republik Ceko (RC213V-RS)

Iodaracing (Open class)
Alex de Angelis – San Marino (ART)

So, setelah ini libur dulu bro, mari makan… ngoahahaha…